ANALISIS HUKUM TERHADAP PERAN DAN TANGGUNG JAWAB NOTARIS DALAM PEMBUATAN AKTA JAMINAN FIDUSIA PADA LEMBAGA KEUANGAN BANK (STUDI PADA PT BANK PERKREDITAN RAKYAT TJANDRA ARTHA LESTARI BANDAR LAMPUNG)

Oddy Marsa JP

Sari


Dalam mencapai tujuan hukum, yang salah satunya adalah kepastian hukum, maka terhadap setiap perikatan yang dilakukan oleh masyarakat, diperlukan pejabat umum Notaris yang berperan pembuatan akta otentik sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2014 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 30 Tahun 2004 tentang Jabatan Notaris (yang selanjutnya akan disebut dengan UUJN). Kepastian hukum tersebut, merupakan keharusan dalam jaminan investasi, yaitu memberikan kepastian perikatan dalam pemenuhan Hak dan Kewajiban para pihak dalam suatu kerjasama ekonomi, ataupun hal lain yang dianggap perlu dan berharga. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian normatif terapan. Tipe penelitian adalah tipe deskriptif. Pendekatan masalah yang digunakan adalah pendekatan yuridis teoritis. Penelitian ini menggunakan 2 (dua) jenis data yang meliputi data primer dan data sekunder. Pengumpulan data dalam penelitian ini dilakukan melalui studi kepustakaan (library research), studi dokumen, dan wawancara. Data yang diperoleh selanjutnya akan diolah melalui tahap-tahap seleksi data, klasifikasi data, dan sistematika data. Hasil penelitian dan pembahasan menunjukan bahwa Tanggung jawab notaris dalam pembuatan akta jaminan fidusia pada lembaga keuangan bank adalah pertanggungjawaban secara hukum yaitu jaminan kepastian hukum atas akta jaminan fidusia yang dibuat/didaftarkannya. Akta tersebut merupakan alat bukti yang kuat artinya kekuatan hukumnya sama dengan keputusan pengadilan yang sudah mempunyai kekuatan hukum yang tetap. Jika akta yang dibuat oleh Notaris dipersengketakan oleh para pihak, maka tidak menutup kemungkinan Notaris diposisikan pada posisi yang tidak menguntungkan. Apabila akibat kelalaian atau kesalahan Notaris dalam membuat akta dapat dibuktikan maka kepada Notaris yang bersangkutan dapat dimintakan pertanggungjawaban. Guna melindungi dirinya, sikap kewaspadaan dan kehati-hatian sangat dituntut dari seorang Notaris. Akibat hukum PT Tjandra Artha Lestari apabila tidak didaftarkan adalah penerima fidusian tidak mempunyai hak mendahului (preferent) dari kreditur-kreditur lain, dalam hal pelunasan hutang dan penerima fidusia akan mengalami kesulitan untuk mengeksekusi apabila pemberi fidusia atau debitur wanprestasi.

 

Kata Kunci: Tanggung Jawab, Notaris, Fidusia, Bank.


Teks Lengkap:

PDF

Refbacks

  • Saat ini tidak ada refbacks.



E-ISSN : 2598-3105 


CEPALO adalah jurnal yang diterbitkan oleh Magister Ilmu Hukum Universitas Lampung, dengan lisensi Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.