PERAN BALAI POM DALAM MENANGGULANGI PEREDARAN KOSMETIK ILLEGAL (STUDI DI BBPOM BANDAR LAMPUNG)

Elfina Roza

Sari


Banyaknya produsen yang bersaing dalam meraup keuntungan dari para konsumen membuat tidak sedikit dari mereka yang melakukan kecurangan, salah satunya adalah peredaran kosmetika palsu dan berbahaya. Sementara disatu sisi penegakan hukum UUPK dan pengawasan terhadap barang beredar yang dilakukan pemerintah masih kurang Permasalahan dalam tesis ini adalah peran dan hambatan Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan di Bandar Lampung dalam melindungi masyarakat Kota Bandar Lampung khususnya dari produk kosmetik illegal. Metode pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan masalah dalam penelitian ini adalah yuridis normatif dan pendekatan yuridis empiris. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peran atau prilaku lembaga dalam hal ini BBPOM Bandar Lampung sesuai dengan status kedudukannya dalam masyarakat terkait dengan tugas dan fungsinya pada peredaran kosmetik palsu dan berbahaya yaitu melalui sarana penal dan non penal. Secara penal BBPOM tidak diberikan kewenangan penuh karena tidak adanya payung hukum untuk memproses terhadap pelaku kejahatan pemalsu, pengedar kosmetik palsu dan berbahaya, dalam hal ini kepolisian dan kejaksaan selaku penyidik dan penuntut umum. Secara non penal BBPOM mempunyai kewenangan secara administrasi baik melalui pengawasan dan himbauan kepada masyarakat. Pada akhirnya disarankan agar Pemerintah terkait dengan regulasi atau payung hukum kepada BPOM untuk diberi kewenangan untuk melakukan penindakan, tidak hanya pengawasan dan pencatatan dan kerjasama antar instansi dalam upaya penanggulangan peredaran kosmetika palsu dan berbahaya.

 

Kata Kunci: Peran, Balai POM, Menanggulangi, Kosmetik Illegal


Teks Lengkap:

PDF

Refbacks

  • Saat ini tidak ada refbacks.



E-ISSN : 2598-3105 


CEPALO adalah jurnal yang diterbitkan oleh Magister Ilmu Hukum Universitas Lampung, dengan lisensi Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.