MODEL PELAKSANAAN PEMOLISIAN MASYARAKAT (POLMAS) OLEH FKPM DALAM MENCIPTAKAN KAMTIBMAS DI KOTA BANDAR LAMPUNG

Eddy Rifai

Sari


Penelitian mengkaji tentang model pelaksanaan pemolisian masyarakat oleh FKPM dalam menciptakan keamanan dan ketertiban masyarakat di kota Bandar Lampung. Penelitian menggunakan pendekatan yuridis normatif dan yuridis empiris dengan data primer dan sekunder serta dianalisis secara kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa model pelaksanaan pemolisian masyarakat oleh FKPM dalam menciptakan keamanan dan ketertiban masyarakat di kota Bandar Lampung dilaksanakan oleh masyarakat bersama-sama dengan anggota kepolisian, yaitu sejumlah anggota masyarakat dan satu orang polisi di tingkat kelurahan membentuk suatu organisasi FKPM yang mempunyai tugas untuk menciptakan keamanan dan ketertiban masyarakat pada lingkungan kelurahan bersangkutan. FKPM berwenang untuk melakukan tindakan preventif menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat juga dapat melakukan tindakan represif terhadap adanya tindak-tindak pidana ringan yang terjadi di kalangan masyarakat yang dapat didamaikan sehingga perkaranya tidak perlu dilanjutkan sampai pengadilan. Faktor penghambat pemolisian masyarakat oleh FKPM dalam menciptakan keamanan dan ketertiban masyarakat di kota Bandar Lampung adalah kurangnya sumber daya manusia baik dari aparat penegak hukum dan masyarakat, terbatasanya sarana dan prasarana dan kendala dari substansi hukum.

 

Kata Kunci: Model, Pemolisian Masyarakat, Kamtibmas


Teks Lengkap:

PDF

Refbacks

  • Saat ini tidak ada refbacks.



E-ISSN : 2598-3105 


CEPALO adalah jurnal yang diterbitkan oleh Magister Ilmu Hukum Universitas Lampung, dengan lisensi Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.